Pj Gubernur Diminta Pecat Kadindikbud Banten Terkait PPDB Atlet Berprestasi

0
174

Banten, Sigap88news.com – Para pegiat olahraga dan atlet merasa geram, lantaran pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PDPB) 2022 tingkat SMA dan SMK di Provinsi Banten, memunculkan segudang masalah.

Pengurus dua lembaga antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) melakukan rapat koordinasi di Sekretariat KONI Provinsi Banten, Selasa (12/07/2022).

Tujuan Rakor itu dalam upaya membangun sinergitas dan komitmen bersama guna mencari solusi permasalahan PPDB saat ini dan kedepan.

Sekretaris KONI Banten, Koswara Poerwasasmita, meminta Pejabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar bukan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Tabrani, tetapi langsung pencopotan jabatan.

Karena, dia menilai Tabrani tidak bisa melakukan Perda dan Pergub soal PPDB. “Kalau saya boleh ngomong Tabrani dan sejumlah Kepala Sekolah SMA yang tidak bisa menjalankan PPDB sesuai Pergub bukan hanya dievaluasi, tapi pecat saja,” kata Koswara, dalam diskusi tersebut.

Koswara mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan lebih dari 15 atlet berprestasi dari Tangerang Raya tidak masuk dalam jalur Prestasi di sejumlah SMAN di Kota Tangerang Selatan. Diantaranya peraih medali emas taekwondo dan kempo.

“Dindikbud dinilai mengabaikan para atlet berprestasi. Mereka adalah aset yang bisa membawa nama baik Banten. Bisa saja mereka pindah kota ke DKI misal tetapi yang rugi adalah kita,” katanya.

Ia menegaskan, para Pejabat Dindikbud dan sejumlah Kepala SMAN yang bermasalah tidak memahami Pergub soal PPDB.

“Dia tidak memahami Pergub itu. Sama saja melanggar Pergub itu harus disanksi. Ganti,” cetusnya.

Ketua KONI Provinsi Banten, Edi Ariadi mengaku, kemarin sudah menandatangani 10 surat rekomendasi perpindahan diantaranya, prestasi cabang olahraga selam yang meminta pindah ke Palembang.

“Sekarang saja 10 prestasi yang minta rekomendasi pindah. Diantaranya atlet selam, ada yang mau ke Palembang,” katanya.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga KORMI Provinsi Banten, Akhmad Jajuli mengaku menyesalkan adanya siswa berprestasi dalam bidang olahraga dan atlet peraih medali pada ajang Popda X Banten yang tidak diterima masuk SMA Negeri di Tangerang Raya.

Ia berharap, PJ Gubernur Banten, mengambil sikap permasalahan tersebut, agar kedepannya permasalahan PPDB tidak menjadi masalah tahunan.

“PJ Gubernur Banten harus mengevaluasi Kepala Sekolah (Kepsek) yang sekolahnya menolak siswa berprestasi dalam bidang olahraga dan juga atlet peraih medali pada ajang Popda X Banten,” ucapnya.

Jajuli menilai, banyak tidak diterimanya para siswa berprestasi di SMA Negeri menjadi preseden buruk bagi Provinsi Banten hari ini.

“Penolakan siswa berprestasi dalam bidang olahraga merupakan preseden buruk. Ini citra buruk bagi Pemprov Banten. Seolah-olah, olahraga tidak penting bagi Pemprov Banten,” ujarnya.

Jajuli mengaku khawatir apabila prestasi para atlet tidak diapresiasi dengan semestinya maka minat para pelajar SLTP untuk menekuni olahraga akan menurun kedepan. Sehingga bisa menjadi masalah besar bagi prestasi olahraga pelajar di Provinsi Banten.

“Olahraga itu jelas amanah Undang-Undang, bahkan UU juga berdiri sendiri. Ada kementerian dan dinasnya hingga kabupaten/kota. Jika begini, artinya Pemprov Banten tidak peduli terhadap olahraga. Lalu buat apa ada dinas olahraga,” tuturnya.

Jajuli menjelaskan, dalam Perda Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Keolahragaan pada pasal 7 ayat (3) huruf c memberikan jaminan kesejahteraan atlit, mantan atlit dan pelatih berprestasi. Kemudian, kata dia, pada pasal 24 ayat (4) Penghargaan dapat berbentuk pemberian kemudahan, beasiswa, asuransi, pekerjaan, kenaikan pangkat luar biasa, tanda kehormatan, kewarganegaraan, warga kehormatan, jaminan hari tua, kesejahteraan, atau bentuk penghargaan lain yang bermanfaat bagi penerima penghargaan sesuai kewenangan Pemerintah Daerah.

“Bahkan para atlet berprestasi ini bukan hanya mendapatkan jaminan masuk sekolah harusnya. Tetapi juga harus mendapatkan beasiswa, kenapa enggak,” pungkasnya. (AR_red)

Sbr: bantenekpose

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini