Ketua BPK Kerukunan Diduga Menipu Masyarakat Soal Pengunduran Dirinya

0
2538

KUTACANE, SIGAP88NEWS.com – Ketua Badan Permusyawaratan Kute (BPK) kute Kerukunan, Edel, telah mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 09 September 2019, kemudian ia tarik kembali surat pengunduran dirinya pada tanggal 10 September 2019. Hal tersebut diduga penipuan terhadap masyarakat.

Berdasarkan Informasi yang di peroleh sigap88news.com, Edel membuat surat pengunduran diri dari Ketua BPK Kerukunan pada tanggal 09 September 2019 yang bunyinya, “Bahwa dengan sesungguhnya saya yang bernama Edel telah mengundurkan diri dari jabatan selaku ketua BPK dan keanggotaan BPK kute kerukunan, dengan alasan tidak sanggup melaksanakan tugas.

Demikianlah surat pengunduran diri saya sampaikan kepada Bapak Bupati Aceh tenggara dengan sebenarnya dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun agar dapat dipergunakan seperlunya, sekian dan terimakasih,” Tandasnya.

Kemudian Pada Tanggal 10 September 2019 Edel menarik surat pengunduran dirinya kembali dengan membuat surat pernyataan, yang bunyinya, “Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya menarik kembali surat pengunduran diri saya pada tanggal 09 September 2019 sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Kute Kerukunan kecamatan bukit tusam kabupaten Aceh tenggara sesuai dengan keputusan Bupati Aceh tenggara dengan nomor : 141/404/2015. Surat Pernyataan tentang penarikan kembali pengunduran diri saya ini saya perbuat atas kesadaran saya sendiri dan tanpa adanya intimidasi ataupun paksaan dari pihak manapun.

Demikianlah surat penarikan pengunduran diri saya ini saya perbuat dengan sesungguhnya dan saya bermohon kepada Bapak Bupati Aceh tenggara c.q Asisten l Setdakab Aceh tenggara dapat mengabulkan permohonan saya ini dan saya ucapkan terimakasih,” tandasnya.

Kemudian, Camat Bukit Tusam, Hazmi Zuhrianto S.Pd mengeluarkan surat Kepada Kepala Desa Kerukunan, tertanggal 11 September 2019, nomor surat: 005/333, Menindaklanjuti surat pengunduran diri BPK Kute Kerukunan, pada, Jumat 13 September 2019, bertempat, Oproom kantor Camat Bukit tusam, Acara, Tentang Pemilihan BPK Kute Kerukunan.

Pantauan, Pada 13 September 2019 dalam acara tentang pemilihan BPK Kerukunan terlihat di hadiri, Kapolsek Bukit tusam, IPDA A. Rozali, Danpos Ramil Bukit Tusam, Peltu Saleh Amri, Kepala desa Kerukunan, Rasidin, Anggota BPK Kerukunan, dan Perangkat Desa Kerukunan.

Didalam Acara warga dan Edel sempat terjadi cekcok. akhirnya acara tersebut ditutup oleh camat bukit tusam, Hazmi Zuhrianto.

“Jika ini tidak bisa kita diselesaikan di kecamatan, maka otomatis kita konsultasikan kepimpinan kita, pertama kami konsultasikan kepada bapak asisten l ,” tutupnya Hazmi Zuhrianto.

Terpisah, Sementara itu Tokoh masyarakat desa kerukunan menerangkan, Kami tidak tahu ada acara tentang pemilihan ketua BPK yang di adakan Camat. Ketika warga mendengar informasi tentang pemilihan BPK, saat itu juga warga langsung ke kantor camat, Ini Hal yang sangat aneh.

“Mengenai ketua BPK kerukunan sekitar tanggal 24 Agustus 2019 sudah diumumkannya di meunasah desa kerukunan kepada masyarakat, bahwa Ia mengundurkan diri dari jabatannya, waktu itu Sekretaris Desa juga mengundurkan dirinya,” ujar seorang Tokoh Masyarakat Desa Kerukunan.

Lanjutnya, kemudian dikukuhkan dengan surat pengunduran dirinya ditanda tangani diatas materai, kini dia tarik lagi, Ini kan patut diduga penipuan terhadap masyarakat.

Menurutnya, mengenai pengganti BPK ini seharusnya dilakukan secara Musyawarah dan pakai sajalah aturan yang berlaku.

“BPK itu bukan bawahan kepala desa, BPK itu pengawas kinerja kepala desa dan menerima aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Lanjutnya, Kalau tidak tahu tugas dan fungsinya jadi anggota BPK untuk apa, kami butuh BPK yang tahu tugasnya.

“Contohnya, Kinerja kepala desa dalam penggunaan Dana Desa sudah 2 (dua) kali di audit oleh inspektorat dan kedua-duanya ada temuan penyimpangan penggunaan dana desa, dan hingga saat ini temuan tersebut belum di musyawarahkan,” paparnya.

“Disini terbukti bahwa BPK itu tidak bekerja dan tidak tahu tugas dan fungsinya, kami menilai mereka takut kepada kepala desa. Sepertinya mereka hanya mengharapkan tulah saja, sama sekali tidak memikirkan kesejahteraan masyarakat,” Pungkasnya.

Kemudian awak media menghubungi Asisten l, Ali surahaman, melalui telepon seluler mengatakan, Tidak ada pakai Pemilihan BPK, yang ada Musyawarah. Namanya PAW, Apabila BPK mengundurkan diri maka dimusyawarahkan penggantinya yang di sebut Musyawarah Pengganti Antar Waktu (PAW), dimusyawarahkan di desa dipimpin oleh Imeum Mukim.

“Salah satu tugas Mukim nanti memfasilitasi musyawarah pembentukan atau pengusulan pengganti BPK yang baru,” terangnya.

Kalau dia mengundurkan diri kan sah, ngapain ditarik kembali kalau sudah mengundurkan diri, kalau itu kan main-main dia, kalau sungguh-sungguh mana bisa begitu.

“Kalau warga keberatan tetapkan saja, Naikkan saja usulan ke Mukim,” Tandasnya Ali Surahman, (14/09/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here